Bandar Lampung, RD – Wakil Ketua Komisi III DPRD Lampung Yozi Rizal mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Lampung dalam memperbaiki ruas jalan Kasui-Air Ringkih di Kabupaten Way Kanan hingga menuju perbatasan Sumatera Selatan.
Menurutnya, perbaikan tersebut sangat penting mengingat tingginya potensi ekonomi di kawasan tersebut, terutama dalam mendukung arus distribusi komoditas mulai dari kopi hingga sawit.
“Di sini potensi ekonominya luar biasa. Kalau semua jalan ini bagus, alur distribusi kopi dari Muara Dua dan Sumatera Selatan bisa semakin meningkatkan perekonomian kita,” ujar Yozi.
Meski demikian, Bendahara Partai Demokrat Lampung ini menilai masih banyak titik jalan yang perlu mendapat penanganan lanjutan.
DPRD provinsi Lampung juga berharap semangat perbaikan infrastruktur oleh pemerintah tidak berhenti pada tahun ini saja.
“Harapannya setelah dana pinjaman dari bank bjb ini, tahun depan tetap ada perbaikan jalan, khususnya di ruas Kasui, Simpang Empat, hingga Rebang Tangkas perbatasan Sumsel,” katanya.
Selain itu, Yozi juga menyoroti sejumlah ruas jalan lain yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Way Kanan, seperti Simpang Neki-Banjit dan ruas di wilayah Kasui.
Ia mendorong pemerintah kabupaten untuk mengusulkan perbaikan jalan tersebut ke pemerintah pusat agar dapat ditangani melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).
“Tentu kita berharap Pemkab bisa mengajukan ke pusat agar bisa ditangani melalui IJD,” ujarnya.
Yozi menambahkan, saat ini pembangunan jalan masih banyak mengandalkan dana pinjaman. Ke depan, ia menekankan pentingnya optimalisasi pendapatan daerah dari pajak.
“Ke depan kita harus mengandalkan pajak dari rakyat. Untuk itu, dibutuhkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak demi mendukung pembangunan,” tandasnya.
Diketahui, perbaikan jalan Kasui-Air Ringkih akan diperbaiki menggunakan anggaran Rp53,3 miliar untuk penanganan sepanjang 5,6 kilometer.
Selain peningkatan kualitas, proyek ini juga mencakup pelebaran jalan dari sebelumnya 3,5 meter menjadi 6 meter, dengan tambahan bahu jalan masing-masing 1 meter di sisi kanan dan kiri.
Metode konstruksi juga ditingkatkan dari aspal menjadi rigid pavement guna meningkatkan daya tahan jalan dalam jangka panjang.
Perbaikan jalan ini diproyeksikan bisa memangkas waktu tempuh sekitar 1,5 jam dari Muara Dua ke Bandar Lampung tanpa harus melalui Martapura. (*)









